Kerinci [KabarPeristiwa.id] Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci mengalami efisiensi anggaran hingga mencapai 70 persen. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, S.E., M.Si, saat menjelaskan kondisi pelaksanaan kegiatan di instansi yang dipimpinnya.
Menurut Dedi Andrizal, 11 juni 2026 pada waktu lalu kebijakan efisiensi anggaran tersebut memberikan dampak cukup besar terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan di lingkungan BPBD Kabupaten Kerinci. Keterbatasan anggaran yang terjadi disebut berpengaruh terhadap ruang gerak dan aktivitas operasional yang selama ini dijalankan.
"Kegiatan di kami dak ado agi. Kami keno efisiensi 70 persen, utk memenuhi biaya anak-anak TRC ke lapangan nian litak kami," ujar Dedi Andrizal dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian mengingat BPBD merupakan salah satu instansi yang memiliki peran penting dalam penanganan berbagai potensi bencana di daerah. Sebagai lembaga yang bertugas dalam upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi pasca bencana, BPBD memiliki peran strategis dalam memberikan respons cepat saat terjadi bencana.
Kabupaten Kerinci sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan, ditambah tingginya intensitas curah hujan pada periode tertentu, membuat sejumlah wilayah di Kerinci kerap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor beberapa kali terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Kerinci dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, infrastruktur, hingga akses transportasi. Situasi tersebut menuntut kesiapan serta respons cepat dari instansi terkait, termasuk BPBD.
Efisiensi anggaran yang mencapai angka 70 persen menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi pelaksanaan program maupun kegiatan operasional di lapangan. Hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci pos anggaran mana yang mengalami efisiensi maupun program yang terdampak secara langsung.
Mengingat Kabupaten Kerinci merupakan salah satu daerah dengan potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Provinsi Jambi, maupun pemerintah pusat. Dukungan terhadap sektor penanggulangan bencana dinilai penting agar fungsi pelayanan, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di daerah tetap berjalan secara optimal demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Pernyataan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci tersebut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi instansi daerah dalam menjalankan tugas dan pelayanan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan.
AdyOi


