SUNGAI PENUH [KabarPeristiwa.id] Keluhan masyarakat terhadap distribusi air bersih dari program Pamsimas kembali mencuat. Sejak pergantian kepengurusan yang baru, penyaluran air ke rumah-rumah warga dinilai semakin tidak merata dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka menilai sistem pembagian air saat ini tidak berjalan dengan baik, bahkan muncul dugaan adanya perlakuan berbeda dalam distribusi air. Akibatnya, sebagian warga bisa mendapatkan pasokan air dengan lancar, sementara warga lain harus menunggu berjam-jam bahkan hingga malam hari tanpa kepastian.
“Sekarang makin sulit dapat air. Kadang dari pagi sampai sore tidak mengalir, tapi di tempat lain justru lancar,” keluh salah seorang warga.
Selain persoalan distribusi, warga juga menyoroti rendahnya kedisiplinan sebagian masyarakat dalam menggunakan air. Masih ditemukan oknum warga yang membuka kran air sejak pagi hingga malam tanpa mempedulikan kebutuhan warga lain.
Kondisi tersebut membuat aliran air ke rumah warga lain menjadi kecil bahkan tidak mengalir sama sekali, sehingga memicu ketidakpuasan di tengah masyarakat.
Warga berharap pengurus dan petugas Pamsimas tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Langkah ini dinilai penting agar penggunaan air dapat diawasi dan tidak ada lagi warga yang menggunakan air secara berlebihan.
“Pengurus harus lebih tegas. Kalau ada yang membuka kran terlalu lama sampai merugikan warga lain, harus ditegur. Kalau perlu diberi sanksi. Air ini milik bersama,” tegas warga lainnya.
Masyarakat juga meminta pengurus Pamsimas lebih maksimal dalam mengatur sistem distribusi agar penyaluran air benar-benar merata ke seluruh rumah warga.
Menurut warga, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengelolaan yang adil dan pengawasan yang serius sangat dibutuhkan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat program Pamsimas secara merata.
(AdyOi)


