Iklan

PT KMH Paparkan Fakta: Penyusutan Danau Kerinci Dipicu Faktor Iklim, Bukan Aktivitas PLTA

Kabar Peristiwa
, Februari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T00:03:44Z

 



KERINCI, [KabarPeristiwa.id] – Untuk menjawab berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat, PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) membuka secara transparan data operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Merangin. Langkah itu disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning bersama media dan LSM se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Hotel Mahkota, Kamis (5/2/2026).


Manager PT KMH, Asroli, menegaskan bahwa menurunnya muka air Danau Kerinci tidak berkaitan langsung dengan operasional turbin. Berdasarkan catatan teknis perusahaan, fluktuasi debit air lebih disebabkan oleh berkurangnya curah hujan di wilayah hulu dalam beberapa waktu terakhir.


“Banyak yang mengira turbin menyedot air danau secara besar-besaran. Faktanya tidak demikian. Pola operasi kami diatur ketat sesuai kaidah hidrologi dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya di hadapan peserta forum.


Skema Pemanfaatan Air Dijaga Seimbang


Asroli memaparkan, kebutuhan untuk menggerakkan tiga unit turbin memang sekitar 100 meter kubik per detik. Namun sumber airnya tidak hanya mengandalkan Danau Kerinci.


“Sekitar 40 persen berasal dari danau, sedangkan 60 persen dipasok dari Sungai Batang Merangin dan sejumlah anak sungai lain. Komposisi ini dibuat agar ekosistem danau tetap terjaga,” terangnya.


Menurutnya, jika perusahaan memaksakan penggunaan air danau secara dominan, justru akan mengancam stabilitas pembangkit dan merugikan masyarakat yang bergantung pada danau.


Pengaruh Cuaca Ekstrem Lebih Dominan


Data pemantauan awal Januari 2026 menunjukkan adanya defisit hujan yang cukup tajam. Kondisi itu berdampak pada minimnya pasokan air masuk ke Danau Kerinci sehingga permukaan air mengalami penyusutan bertahap.


Pihak KMH juga menyebut adanya efek lanjutan dari kegiatan modifikasi cuaca oleh otoritas terkait untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi di Sumatera.


“Dampaknya, pola hujan berubah. Seharusnya Januari masih tinggi curah hujan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Inilah penyebab utama turunnya elevasi danau,” ujar Asroli.


Keterbukaan untuk Redam Kekhawatiran


Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menampilkan grafik elevasi muka air, inflow, dan outflow secara detail. Dari data itu terlihat bahwa aliran keluar dari danau tetap dikendalikan dan selalu disesuaikan dengan ketersediaan air masuk.


“Tidak ada pelepasan air berlebihan ataupun operasi di luar standar. Semua berjalan sesuai prosedur teknis,” tegasnya.


PT KMH berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menenangkan kekhawatiran nelayan maupun petani. Perusahaan juga menyatakan siap terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan Danau Kerinci.


(AdyOi)

Komentar

Tampilkan

  • PT KMH Paparkan Fakta: Penyusutan Danau Kerinci Dipicu Faktor Iklim, Bukan Aktivitas PLTA
  • 0

Terkini