Iklan

Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang Idul Fitri di Sungai Penuh, Harga Tembus Rp35 Ribu

Kabar Peristiwa
, Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T11:48:53Z

 


SUNGAI PENUH [KabarPeristiwa.id] Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat Kota Sungai Penuh mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kondisi ini bahkan disebut sudah terjadi sejak sekitar satu minggu terakhir. Selasa (10/03/2026).


Gas elpiji subsidi yang biasanya dijual di tingkat pengecer dengan harga Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung kini dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp35.000 per tabung.


Kelangkaan gas melon tersebut membuat masyarakat harus berkeliling mencari di sejumlah pengecer. Bahkan, meskipun dengan harga tinggi, gas tetap sulit didapatkan.


“Susah didapat, Pak. Gas elpiji melon ini sudah mutar-mutar mencarinya. Kalaupun ada, harganya sudah Rp35 ribu per tabung,” ungkap salah seorang warga.


Padahal, gas elpiji subsidi merupakan kebutuhan pokok masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan usaha mikro lainnya. Kondisi ini tentu sangat memberatkan masyarakat, terlebih menjelang Idul Fitri di mana kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.


Kelangkaan yang terjadi saat ini juga menimbulkan dugaan adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu. Gas elpiji diduga sengaja dilangkakan untuk memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.


Fenomena ini bahkan sering terjadi menjelang hari besar keagamaan, ketika permintaan masyarakat meningkat dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan dengan cara mempermainkan distribusi gas subsidi.


Jika dugaan tersebut benar terjadi, tentu hal ini menyalahi regulasi dan merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, pihak terkait seperti pemerintah daerah, dinas perdagangan, serta aparat penegak hukum diminta segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan.


Langkah tegas diperlukan, termasuk memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan serta memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan distribusi gas subsidi.


Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Pasalnya, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat kecil.


Apabila tidak segera ditangani, kelangkaan gas elpiji ini dikhawatirkan akan semakin parah menjelang Idul Fitri, bahkan berpotensi membuat harga semakin melonjak di pasaran.


Fenomena ini juga memunculkan kecurigaan bahwa praktik “mafia gas subsidi” masih menggunakan pola lama, yakni membuat barang menjadi langka agar harga naik. Sebab dalam kondisi mendesak, masyarakat tetap terpaksa membeli meskipun dengan harga tinggi.


(AdyOi)

Komentar

Tampilkan

  • Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang Idul Fitri di Sungai Penuh, Harga Tembus Rp35 Ribu
  • 0

Terkini

Topik Populer