Kerinci, [KabarPeristiwa.id] Realisasi Dana Desa (DD) di Desa Koto Bento, Kecamatan Kayu Aro Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan bahwa meski Dana Desa tahun 2024 dan 2025 tercatat tersalurkan penuh, kegiatan yang terlihat di lapangan dinilai belum jelas dan perlu keterbukaan informasi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Desa Koto Bento, Halim Sudarmanto, hingga kini belum membuahkan hasil. Awak media mendatangi rumah Kepala Desa pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 18.28 WIB, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah saat didatangi.
Salah seorang warga Desa Bento, Adi, saat dikonfirmasi media menyebut bahwa untuk Dana Desa tahun 2025 yang terlihat di lapangan hanya berupa jalan lingkungan desa dan kegiatan pada kantor desa.
Adi juga merinci, jalan lingkungan yang dimaksud diperkirakan memiliki ukuran panjang sekitar 29,5 meter, lebar 2 meter, dan tebal sekitar 2 cm.
Keterangan senada disampaikan Robianto, warga RT 1 Bento, yang mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, pada tahun 2025 yang tampak dikerjakan dari Dana Desa hanya pembangunan kantor desa.
“Setahu saya DD untuk tahun 2025 cuma kantor saja yang kelihatan sedang dibangun dari DD sekarang, selebihnya saya belum tau jelasnya,” ujar Robianto pada 16 Januari 2026.
Sementara itu, seorang narasumber lain yang identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa pada tahun 2024 disebutkan terdapat kegiatan jalan lingkungan desa dengan ukuran panjang 50 meter, lebar 1 meter, dan tebal sekitar 2 cm.
Namun warga berharap seluruh rincian kegiatan dapat dijelaskan secara terbuka, termasuk titik lokasi pekerjaan dan volume kegiatan, agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Data DD 2024–2025 Tersalurkan Penuh
Berdasarkan data yang tercantum dalam aplikasi keterbukaan informasi publik, Dana Desa Koto Bento tahun 2024 dan 2025 tercatat telah disalurkan sesuai pagu.
Dana Desa 2024
• Pagu: Rp 737.767.000
• Penyaluran: Rp 737.767.000
• Tahap 1: Rp 354.020.400 (47,99%)
• Tahap 2: Rp 383.746.600 (52,01%)
Dalam rincian kegiatan 2024 tercatat sejumlah item anggaran, di antaranya:
• Pembangunan/peningkatan jalan lingkungan permukiman/gang: Rp 139.190.000
• Penguatan ketahanan pangan tingkat desa: Rp 125.500.000
• Keadaan mendesak: Rp 82.800.000
• Pembinaan PKK: Rp 46.810.000
Penyelenggaraan Posyandu: Rp 39.275.000 (serta tambahan Rp 4.980.000)
• Serta kegiatan lain seperti operasional pemerintah desa, pemutakhiran profil desa, kegiatan PAUD, pelatihan kesehatan, rambu jalan, hingga kegiatan sosial budaya dan keagamaan.
Dana Desa 2025
• Pagu: Rp 679.526.000
•Penyaluran: Rp 679.526.000
•Tahap 1: Rp 371.265.444 (54,64%)
• Tahap 2: Rp 308.260.556 (45,36%)
Rincian kegiatan tahun 2025 yang tercatat, antara lain:
•Pemeliharaan gedung/prasarana balai desa/balai kemasyarakatan: Rp 248.492.900
• Posyandu: Rp 17.430.000
• Pemutakhiran profil desa: Rp 17.313.000
• Keadaan mendesak: Rp 41.400.000
Warga Minta Klarifikasi Resmi
Warga berharap Pemerintah Desa Koto Bento dapat memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan Dana Desa, baik kegiatan fisik maupun non-fisik, termasuk rincian lokasi kegiatan, volume pekerjaan, serta realisasi anggaran yang telah tersalurkan.
Awak media menyatakan akan terus melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Desa guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Koto Bento belum dapat dikonfirmasi.
(AdyOi)


