Iklan

Rakor TP3S Kerinci 2025, Bupati Monadi Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Turunkan Stunting

Kabar Peristiwa
, September 26, 2025 WIB Last Updated 2025-09-26T11:41:23Z

 




KERINCI [KabarPeristiwa.id] Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) serta Evaluasi Kinerja Tahun 2025, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si dan dihadiri unsur Forkopimda, OPD lintas sektor, TP PKK, dunia usaha, akademisi, perbankan, Baznas, camat, kepala puskesmas, hingga forum kepala desa.


Dalam laporannya, Ketua TP3S Kabupaten Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kerinci. Namun, ia menegaskan bahwa angka prevalensi stunting di daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama.


“Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting Kerinci pada 2023 sebesar 8,7 persen, namun pada 2024 meningkat menjadi 16,4 persen. Hal ini menjadi tantangan serius yang harus segera kita perbaiki,” jelas H. Murison.


Murison juga memaparkan langkah yang telah ditempuh TP3S, antara lain konvergensi lintas sektor dengan OPD, sinergi dengan dunia usaha, perbankan, Baznas, TNI melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, serta kerja sama dengan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN mahasiswa. Meski begitu, ia menilai masih ada kendala yang perlu dibenahi, seperti regulasi, koordinasi kelembagaan, minimnya pendanaan APBD, hingga keterbatasan SDM.


Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Kerinci Monadi menekankan pentingnya keselarasan program daerah dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting.


“Prevalensi stunting nasional pada 2024 berada di angka 19,8 persen dan ditargetkan turun menjadi 14,2 persen pada 2029. Kerinci yang saat ini berada di angka 16,4 persen wajib menyinkronkan langkahnya agar sejalan dengan target nasional,” tegas Bupati Monadi.


Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi juga menegaskan perlunya pemanfaatan teknologi dalam percepatan penurunan stunting.


“Saya minta Tim TP3S segera menyiapkan aplikasi khusus untuk pendataan dan penanganan stunting. Dengan aplikasi ini, seluruh proses harus berbasis teknologi sehingga data lebih akurat, tersistem dengan baik, dan mudah dipantau secara berjenjang,” ujar Monadi.


Bupati juga mengingatkan agar rakor ini bukan hanya forum penyamaan persepsi, tetapi juga sarana evaluasi capaian, identifikasi kendala, dan perumusan solusi inovatif dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Ia mendorong lahirnya program kreatif berbasis masyarakat, seperti optimalisasi posyandu modern, edukasi gizi seimbang sejak kehamilan, hingga pelibatan tokoh adat dan agama dalam penyuluhan kesehatan.


“Dengan kerja sama terpadu, saya optimis angka stunting di Kabupaten Kerinci dapat diturunkan secara signifikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkas Monadi.


Bupati juga mengingatkan agar rakor ini bukan hanya forum penyamaan persepsi, tetapi juga sarana evaluasi capaian, identifikasi kendala, dan perumusan solusi inovatif dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Ia mendorong lahirnya program kreatif berbasis masyarakat, seperti optimalisasi posyandu modern, edukasi gizi seimbang sejak kehamilan, hingga pelibatan tokoh adat dan agama dalam penyuluhan kesehatan.


“Dengan kerja sama terpadu, saya optimis angka stunting di Kabupaten Kerinci dapat diturunkan secara signifikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkas Monadi.


Rakor yang berlangsung dengan khidmat tersebut diakhiri dengan ajakan bersama untuk memperkuat komitmen lintas sektor, baik pemerintah maupun masyarakat, demi mewujudkan Kerinci Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera tanpa stunting.


(Tim)

Komentar

Tampilkan

  • Rakor TP3S Kerinci 2025, Bupati Monadi Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Turunkan Stunting
  • 0

Terkini

Topik Populer